Sabtu, 04 September 2021

Korban Meninggal akibat Banjir Bandang di Ngada Bertambah Jadi 2 Orang

 

Seorang lagi korban banjir bandang dan longsor di Kampung Malaphedo, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (4/9), ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Total dua orang tewas dalam bencana ini dan seorang lainnya masih hilang.

Kepala Desa Inerie Benediktus Milo, korban kedua bernama Maria Goreti Diwu. Dia ditemukan tim SAR dalam keadaan meninggal dunia. Sementara itu, suaminya Mikel Jakot masih dinyatakan hilang.

"Istrinya sudah ditemukan tadi dan sudah dikuburkan tadi sore, jam setengah lima. Sedangkan suaminya akan dicari lagi besok pagi oleh Tim SAR," jelasnya, Sabtu (4/9) malam.

Sebelumnya seorang balita juga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB ini. Balita bernama Milka (4) itu telah dibawa ke rumahnya di Kelurahan Foa, untuk dimakamkan. Sementara kakaknya yang berusia tujuh tahun mengalami patah kaki. Seorang warga lain juga luka-luka dalam peristiwa itu.

"Korban ke Kampung Malaphedo untuk mengunjungi opa dan omanya. Saat diajak pulang ke rumahnya di Foa, korban tidak mau hingga nyawanya direnggut musibah itu. Kakaknya yang sementara ditangani dukun patah tulang," ungkap Benediktus.

Sekurangnya lima rumah rusak berat akibat diterjang banjir bandang itu. Pemerintah Kabupaten Ngada melalui dinas sosial telah memberikan bantuan dana sebesar 30 juta rupiah kepada warga yang terdampak. Uang tersebut dibagi sesuai berat dan ringannya masalah yang dihadapi.

"Kami berharap masyarakat yang tertimpa bencana dapat diperhatikan serius oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat, sehingga masyarakat tidak terbeban pikiran. Apalagi di tengah pandemi Covid-19,"

0 comments:

Posting Komentar