“Di daerah-daerah yang diterjang banjir bandang, kami minta Pemda dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bergerak cepat melakukan langkah-langkah sigap dengan menyediakan tempat-tempat pengungsian warga,” kata Muhaimin di Jakarta, Rabu (1/9).
Cak Imin, sapaan akrabnya mengingatkan pemerintah agar menyiapkan langkah-langkah strategis sebagai antisipasi terjadinya banjir bandang khususnya di wilayah rawan bencana.
“Pemerintah Pusat perlu melakukan evaluasi menyeluruh dan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir bandang di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir bandang,” ucapnya,
Cak Imin mendorong pemerintah menyiapkan berbagai program untuk menyelesaikan persoalan banjir. ia berharap Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan sejumlah kementerian/lembaga terkait menyiapkan roadmap perbaikan infrastruktur di daerah-daerah yang kerap dilanda banjir bandang.
Untuk diketahui, banjir bandang dan longsor diketahui terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Senin (30/8). Puluhan rumah warga rusak berat dan sejumlah hewan ternak hanyut. Akibat banjir membawa lumpur hingga material kayu, warga kesulitan mendapatkan air bersih.
Hujan deras juga mengakibatkan banjir bandang di wilayah Sulawesi Barat. Sejumlah desa di Kecamatan Matakali, Pelewali Mandar diterjang banjir bandang pada Kamis (26/8) malam. Ratusan rumah warga hingga fasilitas umum rusak akibat kejadian ini.
Selain di Sulawesi, banjir juga terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (29/8), dan menyebabkan sejumlah titik di kawasan kota ini tergenang air dengan ketinggian mencapai 40-60 cm. Hal yang sama juga terjadi di Kota Balikpapan dan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Bahkan banjir yang terjadi di Kukar sejak Jumat (27/8) lalu menyebabkan ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai 1-2 meter. Banjir juga menyebabkan jalan poros Samarinda-Bontang tidak dapat dilintasi kendaraan roda 2 maupun roda

0 comments:
Posting Komentar