- Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, pelaku kejahatan seksual seperti Saipul Jamil, tak bisa dibiarkan tampil di televisi usai bebas dari penjara. Dia menilai, Saipul Jamil tak bisa dengan bebas muncul di televisi seperti saat dirinya belum dibui.
"Sama seperti kasus-kasus korupsi kan, dimatikan untuk beberapa tahun karir politiknya, bisa toh," kata Arist Merdeka Sirait, Kamis (8/9/2021). Ia menambahkan, seharusnya Saipul Jamil dimatikan kariernya satu atau dua tahun, seperti banyak dilakukan banyak negara.
Komnas PA juga mengajak masyarakat memboikot semua tayangan yang mengekspos Saipul Jamil dan meminta masyarakat mematikan televisi untuk acara yang menampilkan mantan suami Dewi Perssik itu.
Arist menambahkan, pihaknya juga mencermati glorifikasi berlebihan dari pembebasan Saipul Jamil. Menurut Komnas PA, kala Saipul Jamil disambut dengan kalungan bunga serta arak-arakan, di saat yang bersamaan korban pelecehan seksual kembali mengingat luka.
"Itu melukai. Bayangkan (aksi glorifikasi Saipul Jamil) melukai hati korban," Arist mengungkapkan.
Arist menjadikan apa yang ditampilkan di media mengenai glorifikasi Saipul Jamil sebagai hal yang tak pantas. Seharusnya, kata Arist, ada hak-hak dari korban kekerasan seksual yang perlu diperhatikan dari tayangan penyambutan Saipul Jamil.
"Itu tidak mendidik dan tidak patut tampil di media-media, karena bukan sosok atau artis, sosok manusia untuk menjadi teladan," dia menegaskan.
Arist tak bisa membayangkan bagaimana perasaan korban pelecehan seksual Saipul Jamil saat melihat arak-arakan dan penyambutan yang seharusnya tak dilakukan kepada pelaku pencabulan.
0 comments:
Posting Komentar