, Jakarta - Selama beberapa hari terakhir, Ahmad Massoud, putra mendiang komandan anti-Taliban Ahmad Shah Massoud, memberikan perlawanan pada Taliban di Panjshir.
Panjshir, satu-satunya provinsi di Afghanistan, yang belum dikuasai Taliban, sedikit demi sedikit jatuh. Sebuah foto menunjukkan pasukan Taliban berpose di depan kantor Gubernur di wilayah perbukitan yang berjarak 125 kilometer dari Kabul. Bendera Taliban juga terlihat berkibar di sana.
Front Perlawanan Nasional (NRF) di bawah pimpinan Massoud menghadapi kesulitan besar untuk bisa mengimbangi pasukan Taliban. Dalam sebuah pertempuran, Senin, dua pentolan NFR tewas
Jenderal Abdul Wudod Zara, yang merupakan keponakan dari pemimpin perlawanan Panjshir Ahmad Massoud, tewas. Selain itu, juru bicara tim perlawanan Fahim Dashti juga tewas.
Taliban menggunakan taktik mengisolasi kawasan Panjshir dari segi pasokan logistik dan juga komunikasi. Akibatnya, toko dan pasar mulai kehabisan dagangan dan masyarakat sulit mendapat bahan makanan.
Taliban juga mematikan sarana komunikasi telepon dan Internet ke wilayah lawan.
Pemadaman media virtual ini telah menyebabkan ketidakseimbangan informasi dari garis depan pertempuran melawan Taliban di Panjshir. Dalam beberapa hari terakhir, warga keturunan Panjsir di Kabul dan di luar negeri menghadapi kesulitan besar untuk mendapatkan kabar terbaru dari keluarga mereka di rumah.
Hilangnya saluran komunikasi ini tampaknya juga menyulitkan komando pasukan NRF.
Seorang warga sipil Panjshir berusia dua puluhan, yang tidak ingin mengungkapkan identitasnya karena alasan keamanan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa situasi di provinsi itu "mengerikan" dan "menegangkan" bagi 130.000 orang yang terperangkap di sana.
Dia mengatakan bahwa Panjshir saat ini menghadapi kekurangan kebutuhan pokok yang sangat besar. Selama seminggu terakhir, Taliban telah memblokir jalan dari Kabul ke Panjshir, yang membuat barang hampir tidak mungkin masuk ke lembah.
“Makanan apa pun yang ada di rumah orang, itu yang mereka makan selama berminggu-minggu, sekarang, toko dan pasar kosong semua,” katanya.
"Keluarga saya ada yang sakit, tapi saya tidak punya cara untuk membantu mereka," katanya.
Pada konferensi pers pada hari Senin, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa provinsi itu sekarang sepenuhnya di bawah kendali mereka.

0 comments:
Posting Komentar