JAKARTA, - Masyarakat Indonesia diingatkan untuk tidak lengah terhadap Covid-19. Pasalnya, penyakit yang mudah menular itu masih mengancam dan sulit diberantas. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, Indonesia jangan sampai kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 seperti sejumlah negara tetangga. Dante meminta masyarakat tidak lelah dalam mematuhi protokol kesehatan. "Meski jumlah kasus aktif dan angka kematian menurun, sementara di sisi lain vaksinasi sedang berjalan dengan sangat baik, kami tetap mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan," ujar Dante dalam konferensi pers secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (11/9/2021).
Jangan sampai lonjakan kasus kembali terjadi. Negara-negara tetangga kita seperti Malaysia, India, Singapura sudah kembali mengalami lonjakan kasus karena pelanggaran protokol kesehatan," lanjutnya.
Menurut Dante, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang saat ini masih berlangsung bertujuan menghindarkan Indonesia kembali alami lonjakan kasus Covid-19. Untuk itu Dante mengajak semua pihak mematuhi aturan yang sudah dibuat pemerintah terkait PPKM. "Karena untuk kebaikan kita bersama. Selain mematuhi protokol kesehatan, jangan lupa mengikuti program vaksinasi nasional," katanya. Dante meminta masyarakat tidak pilih-pilih vaksin Covid-19.Sebab vaksin yang paling baik adalah yang saat ini telah tersedia.
Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus muncul meski jumlahnya kini berkisar di angka ribuan. Dari data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Sabtu (11/9/2021), penambahan kasus Covid-19 terjadi sebanyak 5.001 orang. Jumlah tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 4.163.732 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020. Baca juga: MUI Harap Kesadaran Masyarakat untuk Vaksinasi Covid-19 Dibarengi Edukasi, Bukan karena Lonjakan Kasus Penambahan kasus harian tersebut juga tak terlepas dari jumlah spesimen terkait Covid-19 yang berhasil diperiksa. Pemerintah memeriksa sebanyak 231.570 spesimen Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Adapun jumlah itu didapatkan dari pemeriksaan sebanyak 86.821 spesimen tes swab polymerase chain reaction (PCR) serta 144.418 spesimen tes rapid antigen dan 331 spesimen tes cepat molekuler (TCM).
Dengan penambahan itu, total pemeriksaan spesimen Covid-19 kini tercatat ada 34.550.865 pada Sabtu (11/9/2021). Berdasarkan data yang sama terdapat 143.135 orang yang diambil samplenya untuk pemeriksaan spesimen.
Dengan jumlah tersebut, maka total orang yang sudah diperiksa spesimennya terkait Covid-19 adalah sebanyak 22.954.823 orang. Dalam hal ini, satu orang dapat diambil spesimennya lebih dari satu kali. Data Satgas Covid-19 menunjukan bahwa 143.135 orang yang diambil sampelnya untuk pemeriksaan spesimen terdiri dari 39.945 orang menggunakan real time swab tes PCR dan 306 menggunakan TCM. Lalu ada 102.884 orang yang diambil sampelnya menggunakan tes antigen.
Hasilnya menunjukan sebanyak 5.001 orang diketahui positif virus corona. Jumlah itu didapatkan dari 3.572 hasil swab PCR, 138 dari TCM, dan 1.291 dari antigen.
Berdasarkan hasil tersebut, maka positivity rate kasus positif Covid-19 harian adalah 3,49 persen. Namun jika tanpa menggunakan hasil positif dari tes antigen, yaitu hanya menghitung metode swab PCR dan TCM, maka tingkat positivity rate menunjukkan angka lebih tinggi, yaitu 9,22 persen. Pasien Sembuh dan Meninggal Dunia Berdasarkan data yang sama, penambahan pasien sembuh dan meninggal dunia juga masih terjadi. Dalam satu hari, terdapat 7.586 orang pasien sembuh sehingga kini ada 3.909.352 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Mereka dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah mendapatkan hasil dua kali negatif dalam pemeriksaan laboratorium PCR.
Sementara itu, pasien meninggal dunia terdapat 138.701 orang setelah bertambah sebanyak 270 orang. Dari jumlah kasus tersebut tercatat ada sebanyak 115.679 kasus aktif. Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan. Sementara itu, terdapat 231.570 orang yang dinyatakan berstatus suspek Covid-19. Sebaran Kasus Saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan, dari 5.001 kasus dalam 24 jam terakhir, penambahan kasus tertinggi terjadi di Jawa Timur sebanyak 547 kasus.
0 comments:
Posting Komentar