Jakarta -
Amerika Serikat (AS) selesai menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan. Hal ini membuat Taliban menyatakan bahwa pihaknya telah 'membuat sejarah'.
Dilansir AFP, Selasa (31/8/2021) seorang pejabat senior Taliban mengaku senang atas kepergian AS. Dia juga mengaku bangga melihat momen kepergian AS.
"Kami membuat sejarah lagi. Pendudukan 20 tahun di Afghanistan oleh Amerika Serikat dan NATO berakhir malam ini," kata Anas Haqqani, seorang pejabat senior Taliban dalam sebuah cuitan di Twitter.
"Saya sangat senang bahwa setelah 20 tahun jihad, pengorbanan dan kesulitan, saya memiliki kebanggaan untuk melihat momen bersejarah ini," imbuhnya.
Kepergian AS sendiri dirayakan oleh Taliban dengan 'pesta' tembakan. Rentetan tembakan terdengar di Bandara Kabul, Senin (30/8) malam. Hal ini membuat langit malam menyala.
Suara tembakan perayaan juga terdengar dari beberapa pos pemeriksaan Taliban di Kabul, ibu kota Afghanistan setelah Pentagon dan Taliban secara terpisah mengonfirmasi pasukan Amerika Serikat (AS) terakhir telah meninggalkan Afghanistan. Hal ini mengakhiri perang selama 20 tahun di negara itu.
Taliban pun menyatakan kemerdekaan penuh Afghanistan setelah pasukan AS angkat kaki.
"Segala puji bagi Allah," ucapnya.
"Saya di sini untuk mengumumkan selesainya penarikan kami dari Afghanistan dan berakhirnya misi militer untuk mengevakuasi warga Amerika," kata Jenderal AS Kenneth McKenzie mengatakan kepada wartawan, Senin (30/8) waktu Washington
Penarikan diri malam ini menandakan akhir dari komponen militer evakuasi tetapi juga akhir dari misi hampir 20 tahun yang dimulai di Afghanistan, tak lama setelah 11 September 2001," lanjutnya

0 comments:
Posting Komentar