Minggu, 22 Agustus 2021

Hari Terakhir PPKM Level 4, Wagub Ariza Klaim Jakarta Masuk Zona Hijau Covid-19



 JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim Jakarta sudah berada dalam zona hijau terkait penularan Covid-19. Klaim tersebut merujuk kepada adanya penurunan kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota akhir-akhir ini, dan seiring dengan meningkatnya pelaksanaan vaksinasi. "Alhamdulillah Jakarta sudah masuk zona hijau dan sudah memenuhi herd immunity (kekebalan kelompok). Namun, demikian kami minta semua warga disiplin patuh dan taat protokol kesehatan," ujar Riza dilansir dari Antara, Minggu (22/8/2021).

Ariza beralasan capaian vaksinasi tahap satu di DKI Jakarta sudah menyentuh di angka 9,01 juta dan dosis kedua sebanyak 4 juta. Belakangan, Pemerintah Provinsi DKI kembali menaikkan target vaksinasi hingga 11 juta untuk mencapai kekebalan komunitas buatan dari Covid-19. “Semoga Jakarta bisa selesai target 11 juta dalam beberapa pekan ke depan dan allhamdullilah di DKI sudah memasuki zona hijau,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/8/2021). Kendati demikian, pihaknya bakal tetap mematuhi kebijakan PPKM dari pemerintah pusat ihwal penerapannya ke depan.



“Kami pemprov akan laksanakan keputusan yang diambil pusat sesuai dengan kewenangan dan tugas kami memastikan kebijakan yang diambil dapat dilaksanakan dengan baik,” kata dia. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan kurva pandemi Covid-19 di DKI Jakarta relatif membaik jika dibandingkan dengan lonjakan kasus aktif pada pertengahan awal Juli lalu. Anies membeberkan kasus aktif atau jumlah pasien positif Covid-19 yang tengah dirawat di rumah sakit rujukan berada di bawah 10.000 orang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per 13 Agustus 2021, jumlah kasus aktif di DKI Jakarta tercatat sebanyak 9.453 pasien.

“Alhamdullilah atas izin Allah berkat kerja keras begitu banyak pihak, dukungan kedisiplinan dari begitu banyak warga Jakarta kita semua berhasil menurunkan kurva kasus aktif itu kembali di bawah 10.000 dalam waktu kurang dari satu bulan sejak puncak gelombang kedua,” kata Anies melalui keterangan daring, Sabtu (14/8/2021). Biasanya, Anies menerangkan usaha pelandaian kasus aktif Covid-19 itu membutuhkan waktu yang relatif lama ketimbang kenaikan kurva Covid-19 itu. Tetapi, dia mengapresiasi seluruh partisipasi masyarakat untuk mempercepat proses pelandaian kurva pandemi tersebut.







0 comments:

Posting Komentar